Bibit Kelengkeng

Bibit Kelengkeng

Bibit Kelengkeng – Untuk bisa menanam pohon kelengkeng, kita membutuhkan bibit kelengkeng untuk ditanam.  Bibit kelengkeng adalah tanaman bakal yang nantinya akan menjadi pohon yang kita tanam dan pelihara.

Bibit yang kita pilih sebagai bakal perlu dipilih dengan seksama supaya hasil buah yang kita harapkan bisa diperoleh.

Mulai dari masa panen, jumlah buah serta rasanya, menjadi pertimbangan yang perlu dimasukkan untuk memilih bibit yang kita inginkan.

Tentu saja supaya kita tidak merasa sia-sia waktu dan tenaga karena telah melakukan upaya budidaya selama berbulan-bulan bahkan bisa jadi bertahun-tahun.

Bibit Kelengkeng
Bibit Kelengkeng

Bibit Kelengkeng Pingpong

Kelengkeng pimpong atau pingpong ini sekarang sedang menjadi primadona.  Keunggulan-keunggulannya yang menarik antara lain :

  • Buahnya banyak
  • Panennya cepat
  • Rasa buahnya manis
  • Daging buahnya tebal
  • Ukuran buahnya besar hampir sebesar bola pingpong.
  • Cocok ditanam di tempat yang memiliki ketinggian tinggi atau di tempat yang rendah.
  • Panennya tidak dipengaruhi oleh musim sehingga bisa berbuah sepanjang tahun.

Bibit Kelengkeng Super

Bibit kelengkeng super adalah bibit yang memiliki sifat-sifat unggul.  Jenis bibit kelengkeng super ini bisa bermacam-macam seperti kelengkeng Itoh, Kristalin, Matalada, dan Pingpong.

Bibit tersebut bisa memiliki sifat-sifat unggul karena telah mengalami pemuliaan tanaman melalui proses persilangan.

Persilangan dilakukan dengan menggabungkan sifat baik berbagai kelengkeng lokal sehingga nantinya dihasilkan varian baru yang memiliki sifat-sifat unggul.

Yang perlu diperhatikan ketika anda akan memilih bibit kelengkeng super, pastikan bahwa bibit yang dibeli bukan berasal dari biji.

Kenapa demikian?

Karena bibit yang berasal dari biji biasanya bunganya tidak lengkap bunga jantan dan betina (berumah dua).  Sehingga untuk bisa berbuah diperlukan tanaman yang berbunga jantan dan betina.

Yang seringkali terjadi adalah pohon kelengkeng yang sudah dipelihara dengan baik tapi tidak juga berbuah….bisa jadi hal itu disebabkan oleh bibit yang digunakan.

Bibit kelengkeng super sebaiknya diperoleh dari cangkok atau okulasi sehingga nantinya dipastikan pohonnya berumah satu (bunga jantan dan betina ada di dalam pohon yang sama).  Agar nantinya pohon dapat berbuah dengan lebih cepat.

Cara Mencangkok Pohon Kelengkeng

Bibit kelengkeng bisa diperoleh dengan menggunakan teknik cangkok.   Cangkok adalah teknik mendapatkan bibit tanaman dengan menumbuhkan akar di batang pohon sebelum akhirnya dipindahkan ke tanah.

Bagaimana cara mencangkok pohon kelengkeng ini?

Ada beberapa tahap yang perlu dilakukan untuk melakukan proses ini.  Berikut ini langkah-langkah untuk mencangkok pohon kelengkeng :

  1. Menyediakan perlengkapan mencangkok, yaitu :

  • Pisau yang tajam untuk menyayat kulit batang
  • Plastik bening yang panjang untuk mengikat cangkokan
  • Sabut kelapa untuk membungkus tanah tempat mencangkok
  • Tanah yang subur (yang memiliki humus dan hara. Bisa berasal dari pupuk organik yang telah jadi)
  • Hormon penumbuh akar tanaman
  1. Memilih tanaman induk yang akan dicangkok

Tanaman induk yang akan dijadikan sebagai bahan cangkok perlu dipilih.  Yaitu tanaman yang memiliki buah banyak, manis, tahan penyakit, serta cepat berbuah.

Proses ini sangat penting karena tanaman hasil cangkok nantinya akan memiliki sifat yang sama persis dengan indukannya.

Akan lebih baik jika tanaman yang dijadikan induk sudah pernah berbuah dengan hasil seperti yang disebutkan di atas.

Dengan cara ini kita akan terhindar dari kekecewaan karena panennya tidak sesuai dengan harapan.

  1. Memilih batang yang akan dicangkok

Setelah tanaman induk didapatkan, langkah berikutnya adalah memilih batang yang akan dicangkok.

Batang yang akan dicangkok pilih yang sudah pernah berbuah dan batangnya sudah cukup tua.

Batang yang tua akan lebih cepat tumbuh akarnya karena proses pembentukan kambiumnya sudah matang.  Dengan demikian prosentasi keberhasilan cangkoknya akan tinggi.

  1. Menyayat batang yang akan dicangkok

cara menyayat batang kelengkeng
cara menyayat batang kelengkeng

Setelah batang yang akan dicangkok ditentukan, selanjutnya adalah melakukan penyayatan pada bagian kulit batang dengan panjang sayatan kurang lebih 10 cm.

Hati-hati dalam menyayat karena yang dibuang hanyalah bagian kulitnya saja.

Setelah disayat, bersihkan batang tersebut hingga hilang lendirnya.

Lakukan proses ini dipagi atau sore hari supaya batang tidak menjadi layu.

  1. Memberi hormon penumbuh akar pada bagian batang yang telah disayat

Bagian batang tanaman yang telah disayat dan dibersihkan lendirnya kemudian diberi zat pengatur tumbuh (ZPT) atau hormon penumbuh akar tanaman.

Pemberian ZPT akar tanaman tanaman ini dapat mempercepat proses pertumbuhan akar tanaman di bagian batang yang telah disayat.

Proses pemberiannya dengan menggunakan kapas yang telah dicelupkan ke dalam ZPT, kemudian oleskan pada bagian batang yang telah dibersihkan tersebut.

  1. Membungkus bagian batang yang telah disayat dengan tanah subur

Apabila pemberian ZPT selesai dilakukan langkah berikutnya adalah menutup bagian batang tersebut dengan tanah.

Kepal-kepalkan tanah supaya melekat kuat pada batang tersebut.

Membungkus batang yang telah disayat
Membungkus batang yang telah disayat
  1. Tutup tanah dengan sabut kelapa.

Tanah ditutup dengan sabut kelapa untuk menjaga supaya tanah tidak habis terkena guyuran hujan.  Penggunakan sabut kelapa juga bagus menjadi pilihan untuk memastikan tanah tetap mendapatkan udara serta air.

Sabut untuk membungkus tanah
Sabut untuk membungkus tanah
  1. Terakhir ikat sabut dengan plastik bening yang panjang

Ikat sabut menggunakan plastik supaya aman dan tidak lepas.

  1. Tunggu hingga akar mulai tumbuh di bagian batang yang disayat

Awasi cangkokan dan perhatikan hingga akar tanaman tumbuh di bagian batang yang telah disayat tadi.

Biasanya prosesnya membutuhkan waktu antara 15-30 harian. Jika akar sudah mulai tumbuh batang dapat di potong untuk kemudian dipindah tanamkan ke dalam polibag yang telah disiapkan.

Stek Kelengkeng

Selain menggunakan biji dan cangkok, stek juga menjadi salah satu cara untuk perbanyakan tanaman buah kelengkeng.

Stek ini langkah-langkahnya akan lebih sederhana dibandingkan dengan cangkok karena prosesnya hanya beberapa langkah.

Hasil dari proses perbanyakan kelengkeng menggunakan stek juga sama dengan cangkok.  Jadi anda dapat memilih, metode mana yang akan digunakan.

Cara Stek Kelengkeng

Cara stek kelengkeng mudah karena memang hanya memotong batang dan menanamnya saja.  Namun untuk lebih jelasnya berikut ini penjelasan detail tentang cara menyetek kelengkeng

Cara menyetek kelengkeng :

  1. Memilih indukan (caranya sama seperti cara memilih bibit untuk cangkok seperti yang telah diuraikan di atas)
  2. Memilih batang untuk distek (caranya juga sama dengan cara memilih batang cangkok)
  3. Memotong batang yang akan distek menggunakan pisau yang tajam dengan posisi potong serong/meruncing.

Potongan serong atau runcing ini akan menambah luas penampang bidang akar sekaligus memudahkan proses penanaman.

  1. Rendam ujung potongan di dalam ZPT penumbuh akar selama 24 jam sebelum ditanam.
  2. Tanam potongan batang yang telah direndam ke dalam polibag yang telah disiapkan.

Cara Okulasi Kelengkeng

Teknik perbanyakan tanaman berikutnya setelah stek dan cangkok adalah okulasi.

Okulasi adalah salah satu teknik untuk mengkombinasikan 2 jenis kelengkeng menjadi satu.

Teknik ini akan sangat berguna untuk menghasilkan bibit kelengkeng berumah satu atau dalam satu pohon terdapat bunga jantan dan betina.

Dengan cara ini, maka kita tetap dapat mendapatkan hasil buah kelengkeng tanpa perlu pusing dengan pohon jantan atau betina.

Cara melakukan okulasi kelengkeng adalah sebagai berikut :

  1. Pilih bibit tanaman yang akan diokulasi. Tentukan juga apakah bibit tersebut memiliki bunga jantan atau betina.
  2. Pilih indukan tanaman dengan jenis bunga berbeda dengan bibit tanaman yang akan diokulasi.
  3. Cari bagian mata tunas indukan yang sehat.
  4. Sayat bibit tanaman yang akan ditempeli tunas okulasi.
  5. Sayat tunas di tanaman indukan. Tunas ini nantinya akan di tempelkan ke bibit kelengkeng.
  6. Ukur sayatan dengan panjang dan lebar yang sama antara sayatan tunas dengan sayatan bibit.
  7. Tempel tunas yang telah disayat di bibit tanaman.
  8. Ikat menggunakan tali plastik yang bening.
  9. Tunggu hingga sambungan menempel pada batang bibit.
  10. Jika telah menempel, ikatan plastiknya dapat dibuka.

Cara Menyambung Kelengkeng

Apabial teknik okulasi dilakukan dengan menempel mata tunas, maka teknik menyambung dilakukan dengan menyambungkan batang dua jenis kelengkeng yang berbeda di dalam satu tanaman.

Cara untuk melakukannya adalah sebagai berikut :

  1. Pilih bibit tanaman yang akan disambung
  2. Pilih indukan tanaman yang akan dijadikan sebagai sambungan
  3. Potong pucuk bibit tanaman dengan bentuk V. Seperti biasa, gunakan pisau yang tajam untuk memotong supaya tidak merusak jaringan di batang.
  4. Potong indukan batang yang akan dijadikan sambungan dengan bentuk runcing supaya klop dipasangkan di batang bibit V.
  5. Setelah direndam di larutan ZPT penumbuh akar selama 24 jam, pasangkan sambungan ke bibit yang telah di potong bagian ujungnya tersebut.
  6. Ikat keduanya menggunakan tali plastik transparant supaya tetap mendapatkan sinar matahari.

Sinar matahari ini akan membantu mempercepat proses tersambungnya dua jenis tanaman tersebut.

  1. Apabila sambungan telah kuat, tali plastik dapat dibuka.

Jual Bibit Kelengkeng

Jika anda belum memiliki tanaman induk namun ingin menanam buah ini, maka anda dapat membeli bibit kelengkeng di tempat kami.

Untuk jenis dan harganya dapat menghubungi kami di WA 0813.9020.3005.

Dapatkan bibit dengan kualitas dan harga yang terjangkau.

Tinggalkan Balasan